Categories
Home

Tips agar Cepat Bagun Rumah

Butuh waktu 6 hingga 12 bulan untuk membangun sebuah rumah. Rentang waktu ini cukup lama bila Anda membutuhkan rumah segera. rumah menjadi lama untuk terwujud. Mulai Ada beberapa hal yang membuat sebuah dari perijinan, pemilihan material, konstruksi, hingga detail desain yang rumit. Jangka waktu tersebut belum termasuk bila kondisi cuaca tak bersahabat, seperti hujan. Tapi, proses pembangunan bukan berarti tidak bisa dipercepat. Kemajuan teknologi dan hadirnya material inovatif, kini mampu membuat pembangunan rumah jauh lebih efisien namun tetap kokoh. Salah satu tahap membangun rumah yang paling menyita waktu adalah konstruksi struktur rumah, khususnya beton bertulang. Waktu pembangunan struktur beton bertulang bahkan bisa mencapai 1/3 dari seluruh waktu pembangunan rumah, kadang lebih. Dalam membuat struktur beton bertulang, ada beberapa tahap yang harus dilakukan. Mulai dari perakitan tulang baja, pencampuran adonan beton, hingga pencetakan.

Setelah dicetak, beton juga harus didiamkan agar matang atau mengering. Waktu kering beton berkisar 3-4 minggu. Total waktu yang dibutuhkan untuk membangun beton bertulang minimal 2 bulan. Ini tergantung dari volume beton yang dicetak. Namun, dengan penggunaan material alternatif seperti baja, proses pemasangan rangka bisa lebih cepat. Perakitan di lokasi bisa 4 kali lebih cepat dari proses menunggu beton bertulang mengering. Dengan mengganti jenis material yang dipakai, proses pembangunan pun bisa dipercepat. Tak hanya bagian struktur saja, Anda bisa menyiasati bagian rumah lain. Sebagai panduan, berikut 6 bagian rumah yang bisa disiasati agar pembangunan rumah lebih cepat.

  • Fondasi Ada 3 tahap dalam membangun fondasi: menggali tanah, memasang fondasi, dan mengurug kembali. Semakin besar volume fondasi yang dibutuhkan, semakin lama waktu penggalian, semakin lama waktu pengerjaan. Alternatif Agar pembangunan fondasi menjadi lebih efisien, Anda dapat mengurangi volume galian yang dilakukan. Salah satu caranya, minimalkan penggunaan fondasi batu kali menerus (memanjang di bawah dinding). Anda bisa menganti dengan dengan fondasi setempat (semacam fondasi cakar ayam). Peran fondasi menerus kemudian digantikan dengan balok melayang, menggantung di atas tanah. Sistem ini memodifikasi ukuran balok lantai lebih besar/tebal agar mampu menahan beban dinding. Beban lantas dialirkan ke fondasi setempat.
  • Struktur Rangka Struktur beton bertulang masih jadi pilihan utama. Namun, untuk mempersingkat waktu pembangunan rumah, ada baiknya mengaplikasikan material alternatif lainnya. Alternatif Baja profil dapat menjadi solusi bila menginginkan pembangunan struktur secara cepat. Proses di lapangan hanya meliputi, penyesuaian ukuran, dan perakitan. Struktur balok dan tiang pun segera berdiri. Namun, Anda harus memperhitungkan proses distribusi dan luas lahan yang akan dibangun. Baja yang dipesan akan dikirim dalam bentuk batang panjang sehingga membutuhkan akses mobil yang cukup. Lahan juga harus luas untuk menampung rangka baja yang akan dirangkai.
  • Dinding Butuh waktu 4 jam memasang dinding bata merah seluas 21 m². Kisaran waktu ini belum termasuk pelapisan dan waktu kering lapisan plesteran, acian, dan cat. Alternatif Untuk mempercepat pemasangan dinding, Anda bisa menggunakan bata ringan aerasi yang mempunyai ukuran lebih besar. Pemasangan menjadi lebih cepat. Kurang lebih 2 jam untuk 21 m² permukaan dinding. Anda juga bisa menggunakan material lembaran seperti gipsum untuk interior atau papan semen untuk ruang luar. Material lembaran ini cepat dipasang, 21 m² dalam waktu 40 menit. Setelah didiamkan 24 jam, dinding juga bisa langsung dicat.
  • Rangka Atap Rangka baja ringan telah menjadi pilihan untuk menjadi rangka atap rumah pengganti kayu. Ringan, antirayap, antikarat, dan cepat pemasangan. Namun sayang, yang menjadi kunci kekuatan bukan pada material baja ringannya, tapi sistem yang terintegrasi. Alternatif Hanya butuh 2-3 hari untuk perakitan sistem rangka atap baja ringan untuk luasan atap 60 m². Tapi agar pemasangan sistem rangka semakin efisen, sebaiknya rangka telah dihitung secara komputerisasi. Memilih baja ringan yang dijual batangan dengan pemasangan hanya berdasar pengalaman juga harus dihindari. Setiap beban rangka atap baja ringan harus dihitung secara presisi. Tujuannya, atap kokoh dan aman bagi penghuni.
  • Penutup Atap Genting keramik dan genting beton mampu menghadirkan tampilan yang lebih natural pada rumah. Namun bentuk kepingan genting membuat proses pemasangan lebih lama. Belum lagi, rangka atap juga harus menggunakan rangka reng sebagai penyangga. Alternatif Atap lembaran akan lebih efisen dalam sisi waktu. Pemasangannya relatif cepat dengan cakupan tiap lembar yang lebih luas. Rangka atap juga lebih sedikit. Tapi, beberapa atap lembaran kurang baik dalam menahan panas, dan cenderung membuat suhu ruang di bawahnya meningkat. Untuk itu, butuh lapisan penahan panas di lembaran atap.
  • Pelat Lantai Seperti struktur rumah, pelat lantai juga kerap menggunakan beton bertulang. Lamanya waktu perakitan, pengecoran, dan pengeringan menjadi problem utama. Selain itu, banyaknya tiang perancah penyangga bekisting juga membuat pekerjaan di lantai bawah tak optimal. Alternatif Ada sistem metal dek dan keramik beton yang bisa mempercepat proses pemasangan pelat lantai. Kedua sistem ini tak membutuhkan banyak bekisting dan tiang perancah untuk pengecoran. Walau masih menggunakan adonan beton, volume yang dibutuhkan lebih sedikit dari sistem konvensional. Untuk pemasangannya, Anda harus menggunakan aplikator khusus agar hasilnya maksimal dan rapi.
  • Genset. Peran genset sangat vital dalam proses pembuatan rumah. apalagi untuk rumah baru dimana belum terfasilitasi aliran listrik oleh PLN. oleh karenanya pastikan anda membeli genset dari supplier jual genset jakarta yang terpercaya dan bergaransi resmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *